Posts

Showing posts with the label Opini

Diam adalah Pertanda Tidak Cerdas

Abstract : Tulisan ini mengkritik pandangan bahwa diam adalah ciri kecerdasan. Beragam argument yang muncul dari pandangan ini sebenarnya kurang kuat. Terkadang pandangan diam adalah ciri kecerdasan adalah sikap ketidak mampuan kita untuk menkomunikasikan sesuatu. Bagaimana jika kita tidak berbicara, akankah Dosen harus diam ketika dia mengajar? Apakah Dokter harus diam ketika konsultasi? Lalu bagaimana methode komunikasi yang baik dalam diam, jika diam sendiri adalah tidak berbicara. Banyak media untuk berbicara. Perupa akan membuat lukisan untuk berbicara. Wartawan akan menulis untuk berbicara. Jika kita tidak melakukan wanwancara pekerjaan dapatkah kita mendapatkan uang?  Ada media yang mengungkapkan bahwa orang berilmu banyak akan lebih banyak diam ketimbang orang berilmu sedikit. Benarkah pandangan itu? Kita mulai dari pertanyaan, "Bagaimana kita bisa menentukan kecerdasan seseorang?". Kita menentukan kecerdasan seseorang menurut apa yang dia interpretasikan pada kejadia...

Mentirakati Kerja

Das Kapital mengkritik sikap penumpukan uang yang berlebihan pada satu titik. Sebeneranya bukan hanya penumpukan uang berlebihan tapi penumpukan uang itu sendiri. Tapi dengan uang yang dibagi rata untuk semua orang tidak akan selamanya uang itu akan memberikan kemasyalahatan pada setiap masyarakat. Bahkan mungkin bisa jadi menaikkan kriminalitas karena sikap tidak siap pada uang itu sendiri. Benarkah hal tersebut? Apakah uang sejatinya merupakan surat kuasa yang menunjukan bahwa diri kita berkuasa. Beberapa penjelasan akan dimulai. Goerge Simmel menjelaskan dalam Philosophie der Gelden bahwa uang adalah kebebasan. Ketika kita memberikan sejumlah uang kepada anak kita, kita akan melihat bahwa mereka diberi kebebasan untuk membeli barang, dengan barang yang mereka beli akan menentukan kesadaran yang akan dibentuk oleh diri mereka. Uang erat sekali dengan kekuasaan ketika kita berbicara tentang kebebasan. Sebenarnya bagaimana Ekonomi itu terbentuk? Mengapa kita terlalu terbur...

Membaca Soekarno #2

 Indonesia kian melarat karena nilai pertumbuhan pendudunya selalu positif. Ini menimbulkan beragam krisis di Indonesia. Soekarno telah menyadari ini sejak dahulu. Ada gempuran modal dari asing yang mencoba untuk menyelamatkan krisis ini. Sebagai post-moderinsme komunisme dinilai kurang mumpuni untuk mengatasi krisis ini. Infrastruktrur yang dibangun justru mengurangi lahan produktif seperti pangan. Lalu solusi apa yang perlu dilakukan, Jika memang krisis itu terjadi mengapa ada orang yang berlebih makanan contoh seperti penjual makanan yang tidak habis terjual. Masalah ini sebenarnya tidak bisa diselesaikan dengan mengakar dengan pandangan KM apalagi David Ricardo.  Pandangan yang paling cocok untuk mengatasi jumlah yang selalu positif sebenarnya muncul dari Jurgen Habermas. Dengan melihat bahwa setiap manusia memiliki potensi, yang terejawantahkan dalam Suprastruktur kesadaran. Pembangunan sumber daya manusia lebih menjanjikan dari pada pembangunan di sektor eknomi menengina...

Ngoprek dengan Buku

Tak hanya kehidupan yang absurd, menurut Albert Camus. Tapi ngoprek juga absurd, untuk itu terkadang kita kehilangan fokus ketika kita baru belajar untuk ngoprek, mengambil mata kuliah tertentu untuk ngoprek bisa menjadi solusi, tapi jika sudah tidak ada kuliah lagi lalu bagaimana kita akan mengoprek. Seperti halnya kolam nihilis yang dijelaskan Nietzsche, lulus juga berarti kita masuk kedalam kapal nihilisme baru, tanpa pembimbing tanpa penunjuk arah hingga kita bertanya pada diri sendiri saya mau kemana? Tapi disitulah awal mula seorang Ubermansh, ketika dia dituntut untuk menjalankan kapal nihilismenya untuk diarahkan kemana, dia akan menentukan takdirnya sendiri, kecemasan karena tidak ada yang tahu mana yang bisa dipercaya, sebuah kegelapan yang akan mencerahkan dirinya bahwa sebuah keputusan dia ambil untuk menyikapi dirinya dan masa depan dirinya, hingga saat itu dia menyadari kita telah membakar jembatan itu dan tidak bisa kembali untuk mengambil mata kuliah TPB i...

Matematika Politik

Membaca buku Theory of Move, menjadi menarik sepertinya politik memang bisa dimodelkan dalam bentuk matematika. Sebuah transaksi